Terkadang apa yang kita harapkan tak semua akan menjadi masa depan kita. Dan apa yang tak kita inginkan justru tak akan pergi walau sudah tak ingin terpikir lagi. Apa yang tak kita sukai sering kali justru akan menjadi masa depan yang menanti. Hal tersebut lumrah ada saja terjadi, sebab manusia bukanlah yang sempurna merencanakan walau hidupnya sendiri. Tak perlu merasa kecewa akan apa telah kita terima, tentu itu yang terbaik untuk kita.
Minggu, 05 Juni 2011
Sabtu, 30 April 2011
dari sudut ku memandang
Diposting oleh
novicha
,
di
Sabtu, April 30, 2011
Sejak kecil walau tidak diwiridkan kalimah cinta, tetapi ruh cinta itu telah dianyam kukuh dan penuh seni oleh bunda dan ayahanda. Mereka tidak pernah lelah menyulam dan menyimpul mati di sanubari.
Kini tanpa aku sadar cahaya cinta sering terpancar menerjemahkan dirinya sendiri. Tanpa ditahan atau dipaksakan. Ruh cinta itu menyatu laksana aroma mawar dan airnya, mana mungkin terpisahkan. Aku membesar dalam cinta, cinta Tuhan, cinta Nabi, cinta Bunda dan Ayahanda.
Sering kali cinta ini dikhianati, ada waktu ditikam bertubu-tubi, ada waktu dibiar sendiri. Tapi itu bukan alasan untuk aku menahan diri dari terus menebar cinta kepada Insan dan seluruh alam.
Walau apa jua yang berlaku, cinta tetap aku tebarkan, karena dengan cintalah alam ini diciptakan, dan aku tidak pernah merasa rugi memberi cinta, karena khazanah cinta-NYA tak pernah kering.
Akan tetapi aku tidak mengharap balasan Insan, karena nuraniku sadar DIA PEMILIK CINTA tak pernah curang.
Langganan:
Postingan (Atom)






